Jika kamu suka dengan gunung, hutan juga petualangan, Gunung Sewu lah jawabannya. Gunung Sewu ialah dataran tinggi yang membentang sepanjang kawasan Yogyakarta, Wonogiri serta Pacitan. Daerah tersebut sangat kaya dengan keindahan alam, mulai bukit bermahkota batu-batu hitam yang umumnya cuma ditemukan di dasar laut, sampai goa-goa misterius yang eksotis. Disamping panorama indah berbentuk bukit-bukit kecil serta keadaan batu karang laut diatas bukit, Gunung Sewu pun sebagai tempat penting tuk melaksanakan penelitian geologis juga konservasi. Semenjak 2012, wilayah ini dipilih selaku National Karst Geopark yang di kelola dengan gabungan oleh provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur juga Yogyakarta. Buat pecinta petualangan, Gunung Sewu memberikan beragam tempat menarik, semisal Bukit Pathuk, Goa Jomblang, Goa Grubug, Goa Pindul, Hutan Wanagama, Air Terjun Sri Gethuk, maupun Gunung Api Purba Nglanggeran. Tinggal pilih saja, mana yang mau kamu taklukan.

Air Terjun Sri Gethuk

Air terjun ini menyemburkan jutaan meter3 air sebening kristal ke dalam Sungai. Oya, dan tak pernah kering walaupun pada musim panas. Tidak heran jika Air Terjun Sri Gethuk sebagai ikon dari National Geopark Gunung Sewu. Gemuruhnya jadi pemecah keheningan yang ada di bumi Gunungkidul yang tersohor kering.

Berada di Desa Pariwisata Bleberan, Air Terjun Sri Gethuk sebagai satu dari banyak destinasi wisata yang tak boleh kamu lewati. Cara terbaik tuk mencapainya ialah mengarungi sungai memakai rakit sederhana yang dibuat dari drum bekas juga papan. Di kiri-kanan sungai, kamu bakal disuguhi panorama yang meskipun singkat namun amat cantik, berbentuk susunan pohon-pohonan juga bebatuan kontras dari air sungai biru kehijauan. Tidak lama lalu kamu bakal melihat Sri Gethuk menunggu di depan mata. Batu-batuan yang indah dibawah air terjun menciptakan undak-undakan bagai tepian kolam renang natural yang eksotis, merayumu tuk segera main air disana.

Jelajah Goa Eksotis

Terdapat tiga goa yang wajib kamu datangi di kawasan Gunung Sewu, yakni Goa Jomblang, Grubung juga Goa Pindul. Goa Jomblang ialah satu goa vertikal hutan purba lebat di dasarnya. Lobang vertikal yang dipenuhi ornamen-ornamen indah sepanjang 300m akan mengantarmu ke sisi Goa Grubug, suatu tempat fenomenal di mana kamu bisa lihat “light of heaven”. Cahaya itu ialah pancaran sinar matahari yang menghujam goa, mendatangkan berkas-berkas cahaya terkesan agung juga misterius.

Untuk masuk Goa Jomblang, kamu musti memiliki single rope technique alias SRT. Perlengkapan wajib sesuai standar, lalu musti ditemani caving trainer berpengalaman. Begitu masuk goa, kamu pasti terkesima dengan panorama hijau hutan juga semak lebat. Hutan purba ini masih kian tumbuh sampai sekarang.

Setelah melaksanakan verical caving di Goa Jomblang, adventure diteruskan di Goa Grubug. Dua goa ini dihubungkan suatu lorong. Tidak sedikit ornamen cantik mengitari lorong ini, semacam kristal, stalaktit juga stalagmit. Bila kamu berjalan didalamnya, kamu dapat dengar deru sungai laksana badai petir di kejauhan, dan berkas-berkas cahaya pada kegelapan. Diujungnya, kamu bakal menemukan panorama menakjubkan membentang dihadapanmu. Satu sungai yang ada di perut bumi mengucur deras, lalu sinar matahari tembus Lawang Grubug lalu membentuk suatu pilar cahaya dengan tinggi 90 m didalam goa. Tetesan-tetesan air menjadikan pemandangan itu sempurna.

Pengalaman berkeliling goa yang lainnya bisa kamu dapatkan di Goa Pindul yang ada di Bejiharjo. Di jamin kamu bakal basah saat mengarungi kegelapan Goa Pindul eksotis. Benar, sebab penelusuran Goa Pindul dilaksanakan lewat sungai yang berada didalam goa memakai ban pelampung. Sembari mengeksplor goa yang berhiaskan stalaktit juga stalagmit indah, kamu dapat menelusuri cerita pengembaraan Joko Singlulung cari ayahnya. Cave tubing yang ada di Goa Pindul tak membutuhkan keahlian maupun persiapan khusus. Seluruh peralatan semacam ban pelampung, head lamp, life jacket, sudah disediakan pengelola. Air sungai goa ini pun tenang, hingga aman dilaksanakan anak-anak sampai dewasa. Waktu optimal tuk cave tubing di Goa Pindul ialah jam 9 ataupun 10 pagi. Saat jam-jam ini, akan tampak “cahaya surga”, yakni cahaya matahari yang tembus masuk lewat celah besar diatas goa.

Saat mengapung secara perlahan di sungai yang airnya dingin, di goa remang-remang, guide akan berkisah mengenai asal-usul nama Pindul. Berdasarkan legenda, nama Goa Pindul serta goa-goa lainnya yang berada di Bejiharjo tidak lepas dari sejarah Joko Singlulung yang cari ayahnya. Ia berusaha menemukan sang ayah dimana pun, sampai keluar masuk goa. Saat masuk ke satu goa, kepalanya kejedot batu, hingga goa itu dinamai Goa Pindul atau pipi gebendul.

Disamping kisah legenda itu, pemandu juga mau menjelaskan seputar ornamen-ornamen yang mendominasi Goa Pindul. Ada banyak sekali ornamen cantik, semacam batu kristal, moonmilk, stalaktit serta stalagmit yang cantik. Ada suatu pilar raksasa yang adalah pertemuan stalaktit juga stalagmit yang bakal kamu temui saat mengarungi Goa Pindul. Di sejumlah atap goa, kamu dapat melihat “lukisan” buah karya kelelawar penduduk goa.

Gunung Api Purba Nglanggeran

Melihat sunrise di puncak gunung ialah kemewahan yang cuma bisa dirasakan traveler berjiwa petualang. Rute ekstrim, cuaca yang tak menentu, perjalanan berat, juga jauhnya jarak yang wajib ditempuh dengan jalan kaki jadi beban bagi semua traveler. Tetapi hal ini tak berlaku di Gunung Nglanggeran, Patuk, Gunung kidul. Kamu cuma perlu mendaki 1,5 jam tuk tiba di puncak barat Gunung Nglanggeran. Pemandangan indah akan memberikan rasa nyaman kepada kamu. Sejauh mata menatap, akan tampak gumpalan awan, berlatar langit biru, sampai hijaunya sawah juga ladang. Ketika senja menyapa, kamu dapat melihat panorama kota Yogyakarta yang ditutupi jutaan kerlip bagaikan kumpulan besar kunang-kunang.

Nah, demikianlah beraneka surga petualang yang harus disambangi di Gunung Sewu. Buat menutup perjalanan, ambilah jalur pantai, sebab bukit-bukit Gunung Sewu menyembunyikan lusinan pantai cantik yang dihiasi batu-batu eksotis. Air jernih, deru ombak juga pasir halus putih bakal melengkapi asyiknya petualangan kamu.

Melihat “Surga Dunia” Dari Ketinggan di Atas Gunung Sewu
Tagged on: